Tue. Apr 7th, 2020

Bikers Enthusiast Explorasi jejak Majapahit dengan Honda Adv dan PCX PART III By Lutfi Hermansyah

Explorasi jejak peninggalan majapahit, menemukan banyak penggalan kisah jaman dahulu, serpihan demi serpihan penuh kenangan. Seperti serpihan kisah kenangan dengan sang mantan. Hahahaha….

Jum’at pagi (17/01/2020) di Trowulan. Saat matahari mulai menunjukkan sinarnya, kita sudah siap dengan motor kita masing-masing. Yansa dan aku dengan Honda Adv dan Si Shafira dengan Pcx yang elegan itu tu…

Rasa kekepoin kita masih ada. Seberapa keren sih peninggalan majapahit? kisahnya pun segokil apa yaaa ?? Hmmmm…nggak pakek lama, kita langsung ngegeber motor ke kota sebelah. Gaaaasssss…

Perjalanan dari Trowulan ke Candi Arimbi 18 Km, memakan waktu sekitar setengah jam. Tetapi tidak terasa, meliak liuk diatas Honda ADV terasa ringan, nyaman dan aman. Ditambah kondisi jalan yang oke, sesakali sih ada jalan berlubang. meskipun begitu, Honda Adv nggk ngegojek, aman.

Terletak di kaki gunung Anjasmoro. Pinggir jalan raya Wonosalam, Jombang berdiri gagah sebuah Candi Rimbi. Tersusun dari batu andesit. Tak jauh berbeda dengan candi yang lainnya, Artistektur corak khas agama Hindu.

Penting untuk di catat !. Historinya nih, Candi Rimbi ini adalah pintu gerbang kerajaan Majapahit dari sisi selatan. Mitosnya, menggisahkan bahwa Candi Rimbi atau yang biasa disebut Cungkup Pulo adalah makam dari Dewi Arimbi (salah satu tokoh pewayangan, istri dari Bima/ Werkudara). Itu lah asal-usul mengapa candi ini disebut dengan nama Candi Rimbi.

Itu sepenggal kisah versi bapak juri kuncinya, ingat.

Tak lama berselang perjalanan dilanjutakan. Menggerus aspal arah ke selatan. Kali ini jalur yang dipilih bukan jalur umum. Kita memilih jalur pedesaan yang cukup menantang. Jalanan menikung naik turun dan berlubang cukup sering kita jumpai.

Jalanan kita libas habiiisss….Meski ban yang memiliki tipe semi offroad tetap lengket di aspal. Beberapa kali melewati tikungan maupun jalanan basah pada etape awal tetap kuat mencengkram. Kombinasi ukuran ban depan dengan ukuran 110/80–14 M/C Tubeless dan ban belakang 130/70–13 M/C Tubeless juga menjadi penyumbang performa yang optimal di jalanan menikung. Gokil!

Ditengah perjalan, tanpa disengaja, kita menemukan hutan jati yang teduh. tempat yang pas buat mendirikan tenda Istirahat sejanak bolehlah…

Kita pun bercerita seputar perjalan..

Seloroh fira, “Awalnya sih aku ragu, apa bisa aku melawati lintasan yang tadi?, pas riding, motor honda Pcx tuh sangat jinak, ringan dan bertenaga. Meski jalanan sangat juram, masih aman kok, contohnya tuh pas buat ngerem mendadak, sytem pengeremannya bikin ban terkunci”

“Iya, karena Honda Pcx sudah dilengkapi dengan sytem ABS”, imbuh yansa.

Lanjut gas ke kediri.

Di Kediri, mapir sebentar melihat kemegahan Candi Surowono. Numpang selfie gapapa kaaan….hehehe

Perjalan dari kediri via batu…cukup jauh. Tak terasa karena sepanjang perjalan disuguhi dengan pemandangan apik. Pohon-pohon menjulang tinggi, yaaa seperti suasana gunung pada umumnya. Kita juga tidak khawatir kehabisan bahan bakar. Konsumsi bahan bakar motor ini, ridingread.com berani bilang irit.

Soal kenyamanan jok masih bisa diandalkan. Kontur yang disesuaikan dengan segitiga kenyamanan tidak akan membuat pengendara cepat pegal.

Akhirnya, kesempatan untuk bertemu pakar sejarah pun terkabulkan, Romo Kiai Agus Sunyoto. Dari beliau kita bisa mendengarkan secara langsung kisah-kisah majapahit.

Ketagihan eeeuy ……

Tunggu kisah selanjutnya…

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: