Tue. Sep 29th, 2020

BETAPA BERHARGANYA SEORANG PENGUASA Written By:Isfandiari MD

Yang mulia Al Ghazali pernah menyampaikan sebuah surat

kepada Sultan Sanjar Saljuqi. Isi surat tentunya bukanlah

silaturahmi semata. Sebagai seorang alim, Al Ghazali punya

tenggung jawab moral untuk menasehati sang raja agar tidak

melenceng, tetap sayang rakyat dan bertaqwa kepada Tuhan, Allah

SWT. Isi suratnya layak direnungkan, beliau mensitir kalimat

suci Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW,” Sehari yang

dihabiskan seorang raja yang taqwa untuk menyelenggarakan

keadilan, setara dengan 60 tahun yang dihabiskan seorang suci

untuk ibadah dan shalat..” Subhanaallah… ini menujukkan betapa

hebatnya tanggung jawab dan pahala seorang penguasa negeri,

renungan untuk seorang kepala Negara, kepala daerah, calon

legislatif sampai lurah dan kepada desa di tingkat terbawah.

Bayangkan…sehari menyelenggarakan keadilan! Hanya untuk berlaku

adil.., sebagai pemimpin bukanlah pekerjaan yang sulit. Adil

mengikuti suara hati, adil dalam tuntutan agama, adil tanpa

tedeng aling, semata atas dasar ibadah kepada sang khalik. Bukan

mencari ketenaran, bukan mencari penguatan kedudukan, bukan pula

mencari kenikmatan duniawi apapun bentuknya. Apalagi jika sudah

memegang jabatan, tinggal laksanakan dan biarlah Allah yang

menuntaskan proses selanjutnya. Insya Allah berjalan sesuai

takdirnya.

Ganjaran yang bukan alang kepalang, sama dengan 60 tahun

ibadah seorang alim. Artinya, tabungan akhirat sudah berlimpah,

tak ada lagi alasan pintu surga firdaus tertutup jika menemui

ajal kelak. Jalan yang melenggang lurus, menuju kebahagian

kekal! Jika demikian, tak aneh jika sebagian umat berlomba-lomba

menjadi seorang pemimpin. Berjuang menuju tampuk pimpinan

tertinggi negeri, menjadi pejabat daerah, calon legislative

ataupun jabatan kepala desa. Mereka semua adalah ‘raja’raja’

untuk umatnya, walaupun jalan yang ditempuh dijamin berliku

penuh intrik dan menyita energi, penat-lelah dan dana yang harus

dikeluarkan.

Jika sudah digariskan, tak ada yang bisa membendung. Si

Fulan bisa terpilih, dilantik dan akhirnya menjadi seorang raja.

Hari pertama mungkin masih bersyukur dan syukuran ala kadarnya.

Hari kedua masih ngaso mengenang penatnya masa kampanye.

Setelah itu, barulah lebih menghayati lagi sabda Rasulullah soal

1 hari sebanding dengn 60 tahun itu. Alangkah bahagianya seorang

raja jika ia mengingat hal maha penting ini. Sehari saja adil,

setara 60 tahun. Coba bagiamana rasanya jika menyelenggarakan

keadilan selama masa jabatan dipegang, tak ada satu ulamapun

yang bisa menandingin pahala beliau.

Logika sederhananya, 90% pemimpin tahu sabda ini. Tahu

untuk sekadar tahu, mengetahui sebagai pengetahuan atau bahan

share dengan sesama kolega. Untuk tahu yang bersarang di kalbu,

mungkin belum banyak yang mengalami. Pemimpin masih dipandang

sebagai prestise, simbol kesuksesan seseorang. Bukan kesuksesan

untuk bisa tinggal landas melebih amal para ulama, tapi tinggal

landas sebagai orang penting dan punya kekuatan nyata. Padahal,

pemimpin pastinya seorang yang cerdas secara moral dan

inteltual. Jika ia cerdas, tentunya akan berhitung betapa dunia

ini singkat adanya. Betapa laju usia ini cepat sebagaimana

terbit dan tenggelamnya mentari dalam satu hari. ‘Kesingkatan’

ini tentunya jadi berkah tak terhingga bagi para pemimpin

dilihat dari janji pahala yang sedemikian

dahyat:Menyelenggarakan keadilan untuk dapatkan kunci surga yang

telah dijanjikan. Sebuah fasilitas yang tak semua orang punya.

Jadi bersyukurlah wahai pemimpin!

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: