December 9, 2021

BAYAH… YANG MEMESONA…… By Isfandiari MD, foto Anton Magaski

 

Bertamu di kamar Nyai Roro Kidul, Samudra Beach Hotel

Kali ini cuaca yang tak bisa diprediksikan membuat handling motor harus ekstra hati-hati. Tapi untuk pecinta turing, hal ini justru jadi dinamika dan romantisme tersendiri.
Untuk edisi ini kami pilih rute Jakarta-Sukabumi-Pelabuhan Ratu-Bayah-Malingping-Tangerang. Pertimbangan kami jelas, selain jalurnya menantang, kekayaan budaya Priangan Barat dan Propinsi Banten sudah terkenal di seantero negeri. Belum lagi kisah-kisah mistis tentang patilasan Ibu Ratu Nyai Roro Kidul, tempat Bung Karno merenungkan nasib bangsa dan tentu saja kisah Mak Erot yang legendaris itu.
Soal lansekap, siapa yang meragukan keanggunan pantai Selatan yang berombak besar, berpasir putih dan karang-karang terjal mirip kisah di film semacam Hari Potter. Ingginnya sih Brothers merasakan juga asyiknya riding bersama kami, sabtu-minggu. Enjoyed!

Cek kondisi motor, ditemani bro Jumenk (MMC Outsiders Indonesia)

 

WARUNG SATE BAROKAH DAN BUKIT RASA

Lepas setelah 2 jaman riding dari Jakarta ke Sukabumi, brothers kami ajak singgah di warung sate Barokah, antara Cibadak Pelabuhan Ratu. Tempatnya di pinggir jalan, strategis dan asyik untuk melepas penat. Di sana ada musholla dan pemandangan pegunungan di belakang warung nan asri ini. Sate kambing dan sopnya, kami nilai extraordinary. Kambing muda yang lezat dan sop yang cukup menggoda lidah. Gimana pricenya? Kami beri gambaran! 30 tusuk sate mereka kenai biaya Rp 24.000. 3 sop kambing hanya Rp 18.000 ( each Rp 6000), minuman penghangat bandrek hanya Rp 3000 dan satu bakul nasi Rp 15.000.
Di lokasi lain antara Pelabuhan Ratu-Bayah tepatnya di Jl. Raya Bayah, Cibareno KM 18, Cikatomas, kita juga akan jumpoa dengan warung sate yang tak kalah nikmat, namanya Bukit Rasa.

DANCE IN THE RAIN DENGAN ANAK PUNK PELABUHAN RATU

Masuk zoba Pelabuhan Ratu, kami berteduh di salah satu toko yang tutup di sudut kota. Di sana harus berbagi dengan rombongan punkers yang rata-rata masih berusia belasan.”Daripada dingin kita joget aja A (panggilan untuk kakak=Sunda),” ajak mereka. Kesempatan yang jangan disia-siakan. Lewat musik ala kadarnya, kami menari bersama di bawah guyuran hujan. Waktu menujukkan pukul 21.00 WIB. Udara pantai selatan cukup menusuk tulang dikalahkan kehangatan persahabatan diantara kami. Di sana juga hadir beberapa skuteris dari VAC (Vespa Antique Club) dan SOBEK (Scooter Belum Kiamat-Cibubur).
KAMAR 308 SAMUDRA BEACH HOTEL DAN PETILASAN NYAI RORO KIDUL

Masuk lobi hotel Samudra Beach Hotel, suasana retro memang terasa. Hotel tua yang dibangun di Era presiden Soekarno ini tetap memesona. Di situ kami megutarakan maksud berkunjung ke kamar 308, tempat beristirahan penguasa pantai selatan, Nyai Roro Kidul. Ini kami anggoat perjalanan penuh nuansa mistis dan budaya. Manajemen Samudra Beach menerap biaya administrasi Rp 15.000 untuk kunjungan kira-kira 25 menit.
Harga ini tak seberapa ketimbang sensasi yang dialami. Kamar dengan pencahayaan on the spot, temaran dan bau dupa langsung terasakan. Foto Bung Karno dan Nyai Raru karya pelukis legendaris Basuki Abdulah terpampang.”Ini bukan lukisan asli tapi replikanya,” jelas Tantan, kuncen kamar ini. “Pernah ada orang yang nekad menyewa kamar ini, manajemen menginjinkan, Esoknya ombak besar menerjang hotel,” katanya lagi.
Esoknya kami berkunjung ke petilasan Nyai Roro Kidul yang konon tempat semedi presiden RI ke-1 Ir. Soekarno wilayah Karang Hawu. Lokasinya tak jauh dari Samudra Beach Hotel, kira-kira 2 kilometer. Di sana ada bukit karang kecil yang berisi beberapa makam handai taulan Nyi Roro Kidul, seperti Eyang Rembang, Eyang Lendra Kusumah, Eyang Jalak Matamakuta, Ibu Nyai Mayang Sarinaga Sari dan tokoh alim ulama setempat, Syech Hasan Ali.”Disini jugalah petilasan Nyai Roro Kidul yang kamin percayai masih hidup sampai kini,” jelas R. Ujang. Tiket resmi per-orang hanya Rp 500, selebihnya sumbangan sukarela di kotak-kotak amal.
Paling eksotis, karang berbentuk singgasana raja yang langsung menghadap pantai selatan. Di lokasi ini kita juga bisa berkonsultasi tentang hidup, jodoh dan wejangan bijak dari kuncennya, bapak Raden Ujang.
MAK EROT SANG LEGENDA

Kira-kira 15 menit ke arah Barat, kami masuk wilayah Cisolok yang masih masuk propinsi Jawa Barat. Bisa dipastikan brothers dikejar para ojekers setempat. Mereka cukup ramah dan beretika. Tawaran mereka adalah mengantar sobat ke tempat praktek anak-anak almarhumah Mak Erot, ahli medis legendaris yang bisa memperbesar ukuran alat vital.”Kira-kira 7 km dari sini. Kalau tidak diantar kami khawatir Anda tertipu dan berobat ke tempat yang palsu,” jelas Ji’ih, Parmin dan beberapa rekan ojeker Mak Erot dari kumpulan Warung Jambu Saparakancha. Biayanya Rp 25 ribu sekali antar.

PANTAI BAYAH YANG EKSOTIS

Jalan yang mulus tentunya sangat menyenangkan untuk riding 1.5 jam dari Cisolok ke pantai Bayah. Menjelang sore kami sampai di lokasi ini dan…segala kepenatanpun hilang. Garis pantai yang panjang, air laut jernih, ombak besar dan pasir yang bersih dan lembut membuat Bayah tak tertandingi. Belum lagi trade mark pantai Bayah, karang besar yang menjulang di laut yang tak jauh dari garis pantai.

GUNUNG KENCANA…NOT RECOMMENDED

Kami tak menggubris peringatan mantan Lurah Bayah untuk tak menembus Gunung Kencana. Ini adalah jalan aternatif menjuju Rangkas Bitung. Walau tergolong short cut ke Rangkas, kondisi jalannya beresiko. Selain memasuki hutan yang jarang penduduk, kondisi jalan juga jelek dan berliku. Kami memasuki wilayah ini pukul 20.00 WIB.
Di tengah hutan karet, kami melihat patok jarak yakni 73 km ke Rangkas Bitung. Dengan kondisi jalan yang rusak, kami ‘terjebak’ di hutan ini selama 3 jam. Beruntung kedua motor kami (Yamaha RX-King dan Scorpio) tak mengalami pecah ban atau rantai putus. Jika itu terjadi, tak tahulah bagaimana keluar dari wilayah ini. Belum resiko yang tak diduga lainnya seperti aksi kejahatan.
Syukurlah tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tapi kami sarankan untuk tak melewati wilayah ini karena kondisi jalan yang jelek.

Tim yang ikut journey, Jumenk, Tantin, Anton, Nanang

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: