Sat. May 30th, 2020
Astra Honda Racing Team (AHRT)

Cerita Perjuangan Tiga Pebalap Indonesia pada Balap Ketahanan di Jepang

Akhir pekan lalu, tiga pebalap Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM), berjuang di ajang Suzuka Endurance World Championship 2019, yang merupakan ajang balap ketahanan kelas dunia yang bergengsi.

Pada balap ketahanan Suzuka Endurance 4 Hours, Sabtu (27/7/2019), Astra Honda Racing Team (AHRT) diperkuat Irfan Ardiansyah dan Lucky Hendriansya. Badai taifun yang melanda sebagian wilayah Jepang membuat balapan semakin sulit. Hujan dan angin mengguyur Suzuka International Circuit sepanjang balapan.   

Irfan melakukan start gemilang dari posisi ketiga bersama dua pebalap lain, hingga membuat jarak sampai satu putaran lebih banyak dari pebalap lain. Pebalap 19 tahun asal Ungaran ini mampu menjaga race pace (kecepatan rata-rata balapan), terus menempel dua pebalap terdepan dengan stabil.

Namun genangan air tikungan 130R yang menurun di sirkuit legendaris tersebut menjadi petaka. Irfan kehilangan traksi dan terjatuh saat balapan sudah menempuh 17 putaran.  

Astra Honda Racing Team (AHRT)

Jatuhnya Irfan ketika tim sedang berada di posisi ketiga tak lantas membuat AHRT menyerah. Kerja keras kru di garasi paddock memperbaiki Honda CBR600RR hingga siap balap memungkinkan Lucky Hendriansya sebagai pebalap kedua kembali ke lintasan dan membuat pendukung Indonesia bangga. 

Cuaca semakin buruk hingga pengawas lomba mengibarkan bendera merah, pertanda balapan Suzuka Endurance 4H yang masih menyisakan waktu 1 jam 14 menit dihentikan. Perjuangan kedua pebalap Indonesia ini berakhir di posisi ke-44.  

Astra Honda Racing Team (AHRT)

“Saya memulai balapan dengan optimistis dan percaya diri tinggi bisa tampil maksimal. Selepas start, saya menjaga konsentrasi agar tetap stabil di posisi depan. Namun, cuaca cukup menantang, konsentrasi saya terganggu dan terjatuh. Mohon maaf kepada tim dan masyarakat Indonesia karena gagal mengulang sukses juara bagi AHRT,” kata Irfan.  

Sementara itu, Lucky yang meneruskan balapan setelah Irfan terjatuh, menyatakan dirinya sudah berusaha maksimal untuk mempertajam waktu pada setiap lap demi memperbaiki posisi.

”Saya berharap cuaca membaik dan balapan bisa kembali dilanjutkan. Namun sayang, cuaca yang semakin memburuk membuat balapan harus dihentikan saat saya tengah berjuang keras,” terang Lucky.
 
Suzuka 8Hours 

Pebalap AHRT lainnya, Andi Farid Izdihar (Andi Gilang), yang turun di Suzuka 8 Hours World Championship bersama Honda Asia Dream Racing with SHOWA, tidak dapat memperkuat timnya karena cedera pada jari kelingking kanan. Pebalap asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, itu terjatuh saat menjalani sesi kualifikasi, Jumat (26/7/2019).

Meskipun sudah mendapat perawatan satu hari untuk pemulihan, namun kondisi Andi belum sepenuhnya fit. Strategi tim pun berubah dengan hanya menurunkan dua pebalap, hingga akhirnya tim mampu menyelesaikan lomba di posisi ke-11.  

”Kondisi saya memang belum fit, saya rasakan saat melakukan sesi pemanasan. Selain itu, saya juga tidak bisa mendapat cukup data untuk melihat race pace terakhir. Saya senang karena tim berhasil finish, tetapi saya juga kecewa karena tidak ikut memperkuat tim di balapan ini. Setelah ini saya akan fokus menghadapi ARRC seri selanjutnya di Zhuhai, China,” beber Gilang.  

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: