November 29, 2021

Menikmati dinginnya suhu di Kawah Wurung

ALL NEW PCX CULTURE BANYUWANGI-An Ultimate Journey To The Sunrise Of Java

FILM PENDEK KECINTAAN PADA BUDAYA NUSANTARA  By Isfandiari MD

…Mitra Phinastika Mulia (MPM) main dealer Honda Jawa Timur dan NTT kembali meluncurkan film riding  impression bertema budaya. Setelah tahun lalu membuat Majapahit Ride, mereka kembali meluncurkan film pendek, jelajah zona Banyuwangi, menyimak kendahan lansekap dan kekayaan budaya suku Osing. Karya yang inspiratif….

Mendirikan tenda di dataran tinggi Kawah Wurung
Giri Salaka dan Pura Kawitan di Alas Purwo
Menikmati sudut Alas Purwo

Bagi keluarga besar MPM, kekayaan budaya dan indahnya lansekap Jawa Timur perlu terus diperkenalkan pada seluruh riders milenial-gen z,  khususnya hondamania.  “ Coba simak akun sosmed MPM Honda Jatim, konten film pendek khususnya journey ini  bisa ditonton two wheelers semua,” buka Suhari ,Marketing Communication & Development Division Head,PT. MItra Pinasthika Mulia ,Distributor Sepeda Motor Honda area Jatim dan NTT.

Kisahnya seru, diawali dari 3 anak muda yang janjian turing menjelajah seputaran Banyuwangi. Cerita bermula saat Shafira Alifia, ning jawa Timur 2018 yang juga mahasisi Airlangga Surabaya mengajak dua temannya, Rangga Ahren Al Djunaidi, mahasiwa Geologi Unpad Bandung dan  Ardi Pratama (Ketua HPCI  Banyuwangi Chapter)  turing pakai All New PCX 160 cc. Mereka janjian ketemu di Alun-Alun kota persis di depan Mesjid Raya Baiturohman di malam hari. Suasana cozy sangat terasa di film ini. Ketiganya enjoy menyantap rujak Lethok, makanan khas Banyuwangi sambil merencanakan perjalana  esok harinya. Dalam kisahnya, bro Ardi didaulat menjadi road captain di tim kecil ini.

Menunggu sunrise di Kawah Wurung

Pagi harinya, perjalananpun dimulai. New PCX 160 cc memang motor yang asyik diajak turing, Kelengkapan keamanan dengan smart key, kapasitas bahan bakar 30 liter dan bagasi yang besar membuat mereka nyaman saat riding. Posisi rider juga ergonomis, dengan desain pijakan kaki baru membuat kaki enak dan nggak pegal. “Handlingnya enak banget, pas dipakai nikung juga stabil,” komentar Rangga yang akrab disapa Al. Ia juga dapat kursus gratis riding position, fast corner, dan manuver cepat dari sahabatnya Ardi yang memang jago turing. “Buat cewek dan rider pemula juga mumpuni. Aku jadi yakin riding jauh pakai motor ini,” aku Fira.

Hang out santai di gerbang Pura Salaka
Jalan mananjak menuju Kawah Wurung

Rute  perjalanan mereka memang seru. Diawali dengan ngegas  ke Rowo Bendo, zona  Alas Purwo, wana wisata yang kaya sejarah. Di sana mereka mengunjungi Pura Kawitan yang tak sengaja ditemukan penduduk pada tahun 1967 yang dipercaya menjadi tempat pertapaan suci  Hinda, Resi  Bharadah.  Beliau adalah seorang Hindu yang sangat ahli dalam hal riset dan pengetahuan dan negosiator ulung di jaman Prabu Airlangga dan Prabu Udayana di Bali. Saat itu kedua kerajaan sedang mengalami konflik serius. Pura ini berdekatan dengan Pura Giri Salaka, tempat pusat persembahyangan umat Hindu dapam perayaan Pager Wesi. Ketiganya berbicang dengan panjaga pura dan mendapat banyak informasi tentang romantika pura dan kisah-kisah seputar Alas Purwo.

                Beres menikmati sejuknya udara dan desain arsitektur adiluhung Pura, mereka bergeser lagi ke lokasi lain yang kaya sejarah.”Kali ini kami menuju Rawa Banyu, tempat petilasan Prabu Tawang Alun,”  jelas  Ardi sang road captain. “Dalam sejarah, lokasi ini menjadi saksi terjadinya perang Puputan Bayu antara Kerajaan Blambangan dengan VOC Belanda di 18 Desember 1771,” tambah Al. Ketiganya sempat masuk ke lokasi sakral petilasan sang Prabu sekalian menikmati pancuran sejuk, Sumber Kamulyan dari mata air tak jauh dari Telaga. “Dari kunjungan-kunjungan ini kita jadi paham betapa pentingnya jejak-jejak sejarah yang harus diketahui anak-anak muda,” tutur ketiganya.

Malam dingin, suhu bisa kurang dari 10 derajat celcius
Masuk kawasan desa Kemiren, suku Osing atau Wong Blambangan
Tiga karakter bikers berbeda, nyaman dengan New PCX 160 cc
Riding sambil mensyukuri kekayaan budaya Nusantara

Puas merasakan nuansa masa lalu di patilasan ini, mereka beranjak ke lokasi lain yang nggak kalah seru. Yakni perkampunga Desa Kemiren,  Suku asli Banyungawi yaitu Suku Osing. Penduduk di sana sangat ramah menerima pendatang. Mereka tak sungkan menerima ketiga rider dan bercerita tentang kisah-kisah masa lalu suku Osing atau juga disebut Wong Blambangan.” Bahasa asli mereka adalah campuran Jawa  Kuno dan Bali,” jelas Shafira. Beruntung, saat di sana mereka sempat bertamu ke Mbok Temu Misti,  maestro tari gandrung. Bahkann Shafira sempat diajari beberapa gerakan tari gandrung. “Saya berharap  ada yang meneruskan dan melestarikan tari gandrung ini,” harap Mbok Misti.  Tak hanya sowan ke Mbok Misti, mereka juga ziarah punden  Buyut Cili, yang dipercaya sebagai warga pertama suku Osing.  Dari kisahnya, mereka adalah pelarian kerajaan Majapahit saat kerajaan ini mulai runtuh di 1478 masehi. Penduduk Desa Kemiren percaya, Buyut Cili adalah orang sakti dari kerajaan  Majapahit pemeluk agama Hindu.

                Puas menikmati keasrian desa Kemiren, ketiga rider beristirahat semalam untuk esoknya riding menuju dataran tinggi  Zona Banyuwangi yakni Kawah Wurung yang memiliki ketinggian 1500 MPDL. “Udara dingin, alam yang indah membuat kelelahan turing terbayarkan. Jalanan ke sini juga bagus kok, recommended buat bikers yang suka  menikmati destinasi wisata alam,” jelas mereka. Makin klop, mereka mendirikan tenda di salah satu tampat tinggi di sekitar kawah untuk bisa menikmati indahnya sunrise esok paginya.

                “Bener-bener indah dan tak tergantikan saat kami melilhat munculnya matahari di ufuk timur,” kagum Ardi.  Al dan Fira tak hentinya-hentinya mengabadikan moment-moment ini di ponselnya masing-masing.  Makin seru saat mereka kedatangan teman baru yang menyapa di pagi  itu.”Kenalkan, kami life members club MMC Outsiders Chapter Banyuwangi,” sapa Maftuch ubaydillah (wingsguard Banyuwangi chapter) d an Sammy Givone Hermawan ( Rookie Rules  Banyuwangi chapter). Keduanya penasaran  melihat PCX 160 dan bertanya soal desain, akselerasi dan efisiensi bahan bakar pada ketiganya.  “Silakan jajal  langsung aja bro dan nilai sendiri,” jawab Ardi. Ubay dan Givone  langsung antusias dan menjajal dua dari 3 PCX yang ada. Mereka mengitari jalan menanjak-menurun kawasan kawah Wuring dan sesekali menjajal akselerasi spontan dan malakukann fast corners secara safety. Maklumlah, mereka terbilangn skillfull karena berlatar belakang club yang suka turing.” Enak mantap nih! Sensasi jajal motor ini akan saya share ke rekan-rekan klub lain,” kata mereka.

                Film pendek yang seru. Kita tunggu perjalanan mereka selanjutya. Bravo MPM Honda Jatim!

Special Thanks: Baraka Film, Primeskills, MMC Outsiders Banyuwangi Chapter

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: