JUDAS PRIEST Live in Jakarta 2018 – Reunion Bareng Publik Musik Cadas dan Bikers Indonesia

0
44


Sebuah Penghormatan Kepada Legenda Musik Metal
teks – photo : Iwan Rasta

Pastinya publik musik cadas tanah air paham soal band angkatan 80 asal Birmingham, Inggris. Ya itulah JUDAS PRIEST bukan hanya familiar dengan publik umum Indonesia, tapi juga dengan all bikers Se Nusantara. So.. Sudah kehadiran performance Rob Halford atau opa Robbie dinantikan oleh para penggemarnya di Indonesia.

Rob..nyaman pakai batik

Publik pastinya ingat saat mendengar koleksi lagu Judas Priest dari kaset bajakan di era 80-an. lagu – lagu seperti album British Steel, Screaming For Vengeance, Defenders of The Faith, hingga album masterpiece mereka Turbo Lover yg sempat menyabet gelar The Best Heavy Metal album versi majalah KERRANG!

Penantian panjang Priest-mania usai sudah. Tepatnya tanggal 7 Desember 2018 bertempat di Allianz Ecopark Ancol – Jakarta, para punggawa Judas Priest mampu melepas dahaga para penggemarnya.

Eporia konser dibuka dengan rasa Nasionalis oleh 6.000 penonton dengan menyanyikan lagu pembuka yaitu lagu Indonesia Raya. Atmosfir Nasionalis para penonton dan skuad Judas Pries tdisambung oleh lagu ‘War Pigs-nya Black Sabbath dan nomer andalan mereka yg juga menjadi tema tur Asia mereka : Firepower.

Geliat penonton makin terasa hangat ketika lagu ‘Sinner’ di bawakan dengan khasnya. Sangat disayangkan atmosfer penonton dan semangat Judas Priest reunion di Indonesia tidak didukung
Dengan buruknya sound system terutama yg keluar dari speaker yg di depan panggung.

Tapi Rob Halford tetap menjerit, melengking dengan suara khas-nya.
“Turbo Lover” pun mengalun dan disambut puluhan ribu koor penonton yg rata-rata sudah berusia kepala 4. Hehe….
Ada tingkah vokalis Rob Halford yg cukup menarik, yaitu meniru aksi panggung almarhum Freddie Mercury sewaktu ber-AaEeOoo dengan audience. (mungkin Opa Robbie habis liat film Bohemian Rhapsody, yes?).

Masuk pada lagu “Freewheel Burning” kentara sekali stamina fisik Rob Halford turun drastis. Salah satu lagu anthem Judas Priest itu dinyanyikan oleh Rob dengan posisi duduk, kontras sekali dengan penampilan Richie Faulkner dan Andy Sneap (mantan gitaris band SABBAT). Bahkan Richie sempat memberikan kacamata hitamnya kepada penonton di barisan depan. Richie adalah gitaris yg diberikan amanah untuk menggantikan posisi KK Downing, gitaris asli Judas Priest sebelumnya.

 

Judas Priest juga Bikers

Nah, atraksi yg paling ditunggu-tunggu oleh penonton adalah saat Rob Halford memasuki panggung dengan motor Harley Davidson jenis Fat Boy (ada beberapa bikers dari klub HDCI, MBC, Bikers Brotherhood MC dan MMC Outsiders yg hadir) yakni tepat ketika lagu “Hell Bent For Leather” dikumandangkan. Sontak applaus meriah diberikan dan pada backdrop panggung tampak video beberapa bikers tengah touring mengendarai motor gede mereka.

Kelar lagu itu, giliran Scott Travis berdiri diatas drumnya dan bertanya lagu apa dari Judas Priest tahun 1990 an yg ingin didengar oleh penonton malam itu? Dijawab oleh intro lagu Maha Keren “Painkiller” !!
Penonton pecah sambil mengacung-acungkan salam 2 jari, simbol metal.
Setelah lagu itu selesai, tetiba muncul sosok gitaris legend diatas panggung : Glen Tipton !!
Dan meluncurlah “Metal Gods” yg lagi-lagi mendapat koor meriah dari penonton. Glen Tipton sengaja tidak tampil full pada show kali ini karena parkinsons yg dideritanya.

Rupanya, tak puas hanya bermain pada satu lagu saja, Glen Tipton lanjut pada lagu kebangsaan Judas Priest “Breaking The Law” dilanjut dengan “Living After Midnight” sebagai penutupnya. Ribuan orang berteriak, berjingkrak, bahkan tampak beberapa yg meneteskan airmata karena bisa mendengarkan lagu-lagu legenda ini secara langsung dinyanyikan di depan mata!
Selesai lagu tersebut, semua personil Judas Priest berjajar untuk memberikan hormat kepada penonton dan tak lupa ber-wefie-ria.
Sementara pada backdrop panggung tampak logo Judas Priest dan tulisan “The Priest Will Be Back”

Jam telah menunjukkan pukul 22.00 tetapi para penonton tak juga beranjak dari tempatnya. Mereka masih ingin menikmati euforia band yg dijuluki sebagai pelopor the New Wave of Heavy Metal (NWOHM) itu. Ada yg datang dari Malaysia, Philipina, bahkan dari Australia.
“Ini konser terhebat yg pernah saya lihat. Judas Priest adalah Dewa Metal yg tak ada tandingannya. Kami menghormati mereka.” kata Joerg Meier, seorang penonton berkebangsaan Jerman.

Ya, Judas Priest memang sebuah band yg layak untuk dihormati, mengingat sejarah panjang dan mampu memberi pengaruh besar pada band-band metal yunior mereka. Mereka adalah legenda musik heavy metal di dunia ini.
Sampai jumpa lagi di Jakarta, Opa Robbie…Terima kasih !
🤘🏼

SHARE

Leave a Reply