Riding Impression Viar Vortex Jakarta-Lasem RIDE FOR TOURING HERITAGE By Isfandiari MD

0
59

Kisah touring heritage Jakarta-Lasem banyak diulas di ridingread ber seri. Bahkan tak lama lagi muncul film pendeknya, berjudul 1 Menit di Lasem yang bakal ditonton banyak two wheeler sebagah bahan renungan betapa indahnya toleransi di negri ini.

Tak kalah penting tentunya peran Viar Vortex di ajang ini. Faktanya, motor ini ditunggani kang Novaro Rambing, road captain tim 10 sebagai tim inti rute Jakarta-Karawang-Bandung-Sumedang-Kuningan-Pekalongan-Kudus sampai touch down Lasem.

Pilihan Vortex jadi tunggangan road captain tentu bukan tanpa alasan. Rambing wajib menjaga ritme turing, kapan ngegas, bejek gas geber, kapan stabil dalam kecepatan sedang, lambat sampai kapan berhenti. Ia juga wajib memantai terus sweeper di belakang, melihat kondisi semua rider dalam berbagai cuaca.”Untuk itu saya butuh tunggangan yang mumpuni. Apalagi turing lumayan jauh, bolakk balik masuk ke 1000 km lebih-kurang,” jelas peturing, yang juga dewan senior MMC Outsiders Indonesia ini.

Vortex didaulat menjadi road captain di turing ini
Dilepas aparat kepolisian di Mabes Polri, Minggu 25 November
Start di Mabes Polri 25 November kanpanye Antihoax,Toleransi dan Pemilu Damai

Dari rohnya, Vortex termasuk motor penjelajah baik secara desain dan performa mesin.  Ergonomi disasar untuk ketahanan berlama-lama di atas motor, tahan di segala medan, off road apalagi on road. Panjang-lebar dan tingginya ada di 2130X868X1260, jarak sumbu roda 1400 mm dan jarak terendah ke tanah, lumayan tinggi, 210 mm, suspense depan up side down dan belakang monosok. Ban depann belakang pas  buat jalan jauh dan maneuver yakni di 100/80-18 dan 130/70-17, peredam ciet, disck brake untuk keduanya. Mereka yang doyan petualangan , jangan khawatir, tangki berkasitas 15 liter, 6 percepatan, komposisi perpindahan gigi ala motor laki sejati 1N23456. Untuk kepentingan beban berat, spesifikasi mesin  masuk di motor kelas cc menengah. Viar ini ada di 249 cc, daya maksimal 18.5 KW/9000 rpm dan torsi maksimal 22.5 Nm/7000 Rpm. Tipe mesin 4 langkah SOHC pendingin cairan alias radiator.gu

Turing di 25 November dan 3  hari ke depan memang penuh tantangan. Start di Mabes Polri Jakarta, bebuka hari di minggu (25 Nov) terbilang cerah. Menuju Karawang, tantangan alam mulai tampak. Hujan mengguyur dan suasana lalu lintas Jakarta-Karawang terbilang kurang mmenyenangkan.”Bersaing dengan bus-truk, jalanan monoton lurus, macet, hujan dan beberapa zona ada jalan berlubang,” buka Rambing. Di sini ketangguhan Vortex mulai diuji, ia harus mengatasi overheat karena jalanan padat dan macet. Belum lagi tugas road captain yang nggak melulu memikirkan diri sendiri dan sisa tim yang lain dengan permasalahan yang  beragam. Di moment itu, ia lulus dan masuk check point Karawang. “Motor yang keren dan pas untuk jalan jaug. Ergonomi juga enak ya, kapan-kapan bolehlah kita jajal turing jauh juga,” nilai Ones Jap’s, founder MMC Outsiders Karawang Chapter sebagai tuan rumah check point. Ia dapat kesempatan jajal sebentar Vortex karena pihak Viar Motor Indonesia mendirikan tenda sosialisasi motor ini.

Dalam rombongan, apalagi paling depan, penampakan Vortex paling  menonjol. Diantara desain chopper, bobber, streetfighter sampai gaya original vintage, ia beda sendiri, menganut enduro tour murni khusus buat penjelajah. “Kenyamanan memang diutamakan. Suspensi up side-down dan monosok belakang. Panel-panel canggih lewat intrumen all digital. Ergonomo ‘segitiga’ jok, jangauann setang dan pijakan kaki pas dan ideal untuk postur saya di kisaran 170 c, berat 80 kg-an,” jelas Rambing yang menilai motor ini lebih ringan dari Kawasaki Versys X 250 di soal bobot.

Lewat mesin Viar Cross X 250, Vortex memang sudah  alami setting ulang di final gearnya.”Dalam satu kesepatan di jalur Kuningan-Pekalongan, saya sempat bejek dan agak menyiksa motor. Gigi satu  40, masuk gigi 4 80mkm/jam , gigi 5 100 km/jam rpm 7000 dan di puncak gigi 6,  150 km/jam rpm stabil di 4000. Sebenarnya mampu lebih, namun kondisi jalan nggak mungkinkan.  Waktu itu saat ada di daerah Batang  menuju Semarang, Jawa Tengah. Giginya memang panjang-panjang, jarang masuk gigi 5 juga apalagi 6,” tutur Rambing tentang motor bernama global,  Cyclone RX3.

Di jalur Kuningan-Pekalongan, tim dibawah pimpinan Vortex menyelusuri lanskap keren khas tatar priangan menuju Jawa Tengah. Ia harus melewati jalanan berliku, ast corner, tanjakan dan turunan curam.”Tentu ia handal. Saya tahu Vortex sudah dijajal Jakarta-Himalaya khan? Sejauh 15.000 km selama  70 hari. Jadi jelas untuk jalur ini kita nggak ada masalah. Akselerasi termasuk deselerasi juga mulus dan daya taha rider lebih lama karena kenyamanannya,” nilai Rambing yang menilai pas jika motor ini memadukan  ban depan-belakang   100/80 ring 18 dan 130/70 ring 17  cakram depan-belakang juga.

Saat mampir di Kuningan, varian Viar lain juga dijajal peserta touring heritage

Tapi yang terpenting, motor ini membawa seluruh tim finsh di Pesantren Kauman Lasem bertemu Mbah Bedug dan keluarganya. Misi yang diemban seluruh tim adalah Toleransi, antihoax dan pemilu damai.”Syukurlah semuanya terwujud, zero accident dan  mendapatkan manfaat besar dari visi dan misi turing ini. Thank’s untuk Viar Motor Indonesia atas pinjamannya. Kami juga akan mengulas Viar Vintech yang disemplak anggota saya. Kita simak sama-sama riding impressionnya,” tutup Rambing yang tak lupa ucapkan terima kasih juga pada pihak lain yang mendukung seperti Adira Finance, Gondewa Event Organizer, Mabes Polri, Lesbumi dan panitia satu abad Pesantren Al Hidayat Lasem.

See u in the next tour!

Road captain Rambing memimpin rombongan sowan ke Gus Affan pengasuh Ponpes aL Hidayat. “Pesantren ibarat bengke!. Kita memperbaiki akhlak,” nasehat Gus Affan.
SHARE

Leave a Reply