BSA WM20 1943-MESIN WM21 1939 600 CC DAN MATCHLESS G3LS 1956 , 350 CC (BALI) PERJUANGAN RESTORASI SANG RIDERS ITEM… By Isfandiari MD

0
56

Menembus hujan Denpasar-Tabanan   jadi bebuka kisah saat ridingread.com singgah di Bali. Bukan perjalanan tanpa makna, tapi sarat silaturahmi, hang out dengan brother lama kami,  bli Made Sutawijaya yang biasa disapa Kadek.  Doi ini penggiat Himpunan  Motor Tua (Bali), life member Land rover  Club Indonesia) dan Bali Landrover Owners.

Ha..ha, kali ini kami sengaja tidak fokus ke landy kesayangannya, tapi konsen ke dua motor kategori rider item, Birmingham Small Arm (BSA)  WM20 1945 dan Matchless G3LS 1956. Keduanya tentu menarik perhatian para cult bikers tanah air. “Banyak cerita menyertainya,” buka sang owners sambil nyeduh kopi buat kami.

The Polar Bear
Kadek Wickramasuriya si Kadek Junior..kini jadi penunggang Matchless ini

Mari fokus ke BSA. Di dalam motor ini ada dua ‘ujud’ yang sebenarnya beda. Mesinnya pakai WM 21 tahun 1939 -600 cc sedang rangkanya Wm20 1943 yang jika termasuk mesin aslinya, berkapasitas 500 cc. Nah, kita jadi bertanya tho.., lebih tepat manamakan motor ini, Wm21 atau Wm 20? “Atas saran  bro  Henk Joore, sahabat dunia maya, motor ini ikut rangkanya yakni WM20. Dia itu maniak BSA,” tutur Kadek. Pilihan ini bukanlah asal- asalan! WM 20 yang dimilikinya punya nilai historis luar biasa. Ingat jaman Perang Dunai II? Nah motor ini mengambil perannya. “Ya..ya..saya telusuri terus sejarahnya! Motor ini dulunya dipakai tentara Infantri 49  Kanada dengan kode sandi Polar Bear. Motor ini lantas dibeli NICA dan dipakai masuk ke Indonesia saat Jepang kalah oleh sekutu,” kisah brother yang doyan bertualang nyusruk hutan ini.

Biker yang beruntung memang! Katanya, motor ini didapatnya di Jepara 2006, lantas dibangun mulai 2007 sampai 20012. Ini bukann pekerjaan setenggah hati! Ia getol sekali mengembalikan motornya dalam kondisi baik. “Sasis misalnya, harus diperbaiki dulu, sedikit bengkok. Mungkin salah pemasangan saat memakai sespan,” jelasnya. Beres sasis mulai pekerjaan ‘sebenarnya’, berburu part original NOS (New Old Stock) ataupun part lain langsung dari Australia, mulai 2006 sampai 2010. Simak barang-barang spesial yang nempel di motor ini. Pengapian tipe Lucas Magdynamo plus dynamo pengisian di atasnya. Regulator Lucas, lampu Black Out, Karburator Amal Monoblok pre war atau para die harder suka menyebutnya Amal Side Drum. Boks air filter di atas tangki sampai standar samping unik-vintage, dikenal dengan desert side stand. Belum lagi tas ransel yang  menempel di belakang, khasnya pasukan gurun pasir. Secara historis, pasukan ini diterjunkan juga di Afrika Utara . Saat itu perang antara Sekutu dibawah jendral Montgomery dan pasukan Jerman dibawah jendral  Erwin Rommel.

Ada kisah lucu ikhwal perburuan part di Australia ini. “Aku memborongnya dari seorang sahabat bernama Bill Greene di Australia sana.  Ha.ha.., namanya diborong, dia sendiri jadi kehabisan stok dan meminta saya membuat kopian beberapa part untuk dijual kembali ke dia,” katanya mengenang.

Itualah buah perjuangan! Motor ini diddaya kembali di jalanan. “Riding  1.400 km Bali-Bojonegoro-Solo no problem. Waktu itu ada Jambore MACI di Bojonegoro,” bangga sanga rider item ini.

Sedang Matchlessnya terbilang jago turing. “Saya sangat pede kalau jalan jauh pakai Matchless ini.Bahkan sudah daily riding dipakai putra saya, Kadek Wickramasuriya atau bisa dipanggil Kadek Junior,” bangga sang ayah yang juga akrab disapa Kadek ini.

Baginya, Matchless tunggangannya sangat tangguh. “Ini benar-benar jadi motor harian, dari rumahku di Ta banan menuju tempat kerja wilayah  Sanur,” jelas brother yang berprofesi sebagai arsitek dan penghobi fotografi ini.

Thanks for having us! Rumahnya keren, dan  tak lupa,  salam hormat untuk istri dan seluruh keluarga…

 

SHARE

Leave a Reply