Touring Heritage Jakarta-Lasem Final Destination THE FROZEN MOMENT By Isfandiari MD

0
113
Sowan dengan Gus Affan pengasuh Ponpes aL Hidayat. “Pesantren ibarat bengke!”
Berfoto di depan Pesantren AL Hidayat yang didirikan ulama kharismatik Mabh Ma’soem, dalam rangkaian peringaran 100 tahun Pesantren Al Hidayat
Bertamu pada mastro batik tiga Negri Lasem Om Sigit Witjaksono

 

Part 1-4 ridingread.com menulis sepanjang perjalanan, start dari Mabes Polri 25 November lalu. Kini, turing heritage sudah berakhir tapi kenangan atasnya tak juga pupus.”Like a frozen moment, waktu yang membeku,” kenang Dedy Noer salah satu tim 10 peserta inti turing. Mereka masih teringat hang out dengan all bro and sist Pekalongan dan sowan Gus Eko dan tim dari Lesbumi Pekalongan, menyaksikan atraksi mistis  Sintren khas Pekalongan. “Sangat membanggakan bertemu langsung maestro batik Tiga Negri, Om Sigit Witjaksono yang walaupun sudah sepuh tapi semangat menyala. Kami yang lebih muda sangat termotivasi,” terang Yana ‘Yankee’ Sumaryana dan Fitrah Dani alias Boim, rider yang juga tokoh Ansor dari Cimahi Jawa Barat.

Sowan ke al bro klub Pekalongan dan LESBUMI yang diterima Gus Eko. Terima kasih sudah diberi hadiah Iket Kepala Khas Pekalongan

Tak kalah mengesankan saat riding naik ke atas bukit mengunjungi  Ratana Vana Arama asuhan  Bante Piyadiro, tempat ibadah umat Budha di Lasem. “Patung the sleeping budha sangat mengagumkan, belum lagi  patung saat sang Gautama bersemedi , kolam ikan nan asri, udara sejuk dan replika candi Borobudur . Semuanya terpatri dalam kenangan,” tutur Novaro Rambing, road captain tur sekalian riding impression Viar Vortex dan memimpin ride test Viar Vintech dan Cleveland Ace Scrambler.

Etika bikers santri di Pekalongan. Sist Ocha dan salah satu life member klub di sana

Paling terkenang tentu misi Heritage dan misi yang diemban perturing. Mereka menyuarakan pesan positif, Antihoax, Toleransi dan Pemilu Damai. Ini semua terasa sangat  bermakna. Ikhwal toleransi misalnya, inshaa allah akan diabadikan dalam sebuat film pendek ber-genre dokudrama persembahan ridingread.com. Sinopsisnya simpel, tentang kang Odie Destrana salah satu peserta tur yang beragama Hindu. Kisah persahabatannya dengan Gus Ahmad Siddik alias Mbah Bedug dan  istri tercinta  Fatimah Asri pengasuh ponpes Al Aziz Lasem. Odie juga bersahabar dengan  Bella, santriwati Al Hidayat Lasem. Mereka  sobatan saling toleran. Odie malah diantar mbah mencari bunga sembahyang dan diantarkan ke salah satu lokasi peribadatan umat hindu Lingga Siwa bernama Ngargomulyo di sudut Lasem. Sebelumnya ia malah diajak ziarah ke makam para aulia mulia 3 pendiri nahdlatul ulama, makam Mbah Ma’soem, Mbah Ali Baidlowi dan mbah Kholil.

Salah satu tim 10 (Kang eko Reborn) mencium tangan Mbah Bedug

Tak hanya itu, rombongan juga diantar kang Faisal Mahbub sebagai penyelenggara dari Gondewa Event Organizer ke Gus Affan Martadi  dan istri Ibu Nyai  Maria Ulfa, pengasuh ponpes Al Hidayat yang didirikan ulama kharismatik Mbah Ma’soem. “Pesantren sama dengan bikers kok. Disini ibarat bengkel. Dimana yang rusak? Akhlaknya? Diperbaiki disini. Terpenting diajari ilmu maklum, toleransi  dan mementingkan adab etika. Percuma pinter tapi tidak beradab-etika,” jelas Gus Affan dan diresapi oleh bikers yang hadir termasuk all bro dari support touring yakni pihak Adira Finance dan Viar Motor Indonesia. Dalam kesempatan itu pula Gus Affan bercerita ketauladanan mbah Ma’Soem semasa hidup.

Kang Odie sembahyang di salah satu Lingga Siwa di Lasem diantar Mbah Bedug
Start di Mabes Polri 25 November kanpanye Antihoax,Toleransi dan Pemilu Damai
Sekalian menjajal Viar Vortex, Vintech dan Ace Scramblernya Cleveland
Berfoto bareng di kediaman  Om Sigit ,maestro batik tiga negri
Oddie mengikat tangan penari sintren sebelum masuk kurungan ayam dan berganti baju

Perjalanan   Jakarta-Lasem juga sangat bermakna dan perjuangan. Lewat rute, Jakarta-Karawang-Bandung-Sumedang-Kuningan-Pekalongan-Kudus dan berakhir di Lasem. Cuaca kadang tak bersahabat. Berapa kali dihadang  hujan deras mendekati badai saat masih di zona Barat. Memasuki jalur pantura, kita wajib berbagi jalanan dengan truk dan bus gede. “Tapi semuanya terbayar sudah saat hang out di check point, club house MMC Outsiders di kota-kota yang disinggahi. Malah dapat bonus, bersilaturahmi dengan klub lain seperti X-Man Kuningan juga organisasi Lesbumi di Pekalongan. Sungguh moment yang sulit dilupakan,” kenang Deby alias Dangdeb peserta turing yang tak lupa mengucapkan terimakasih pada pihak yang ikut membantu seperti sist Bela dan bro Hilmi-Sayuti yang sangat helpful kepada rombongan.

Perjalanan penuh kesan…
Enjoy riding all bro and sist..
Asyiknya rolling thunder muter Lasem bareng santri ponpes…
Keliling Lasem nikmati warisan budaya adiluhung

Romantika turing memang seru. Di Karawang misalnya, robongan sempat menyaksikan prosesi Honorary MMC Outsiders baru, kang Heri Qwoy. Atau  wacana  kang Tom salah satu rombongan yang bakal disemat honorary juga. “DI kuningan kami dijamu bro sister dari X-Man dan diaping terus oleh sahabat klub kami Black Hawk Batavia MC chapter Kuningan ,” kata Eko Reborn.  Mereka juga sempat hang out bareng klub senior lain yakni Bikers brotherhood MC  dan klub Viar Motor di Waroenk Koffie Prabu , Bandung “Thanks for all support, kami diberi piagam oleh Bikers Brotherhood sebagai tanda persahabatan dan sempat berfoto bareng dengan legeda motocross Pieter Tanudjaya,” bangga Mom Ocha, salah satu lady bikers rider 10, Touring Heritage 2018. “Moga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas-komunitas dan bikers lainnya untuk ikut menyebarkan pesan-pesan positif bagi generasi milenial khususnya dan sebarkan semangat brotherhood,” tegas Paul Jayapurta, head of new Multibrand Motorcyle Adira Finance.”Turing yang keren! Dan yang terpenting bukanlah tujuan akhir dari perjalanan ini, namun kisah sepanjang perjalanan yang penuh suka duka akan menjadikan setiap yang melakukan dan yang berinteraksi menemukan makna saling dukung, saling bantu, saling meklum adalah yang terpenting dalam mewujudkan cita-cita. Kolaborasi asyik antara warga pesantren, biker, sponsor, penyelenggara dan semua yang terlibat adalah wajah Indonesia Raya, yang rela menolong dan tabah. Ketika kepentingan individu dan kelompok ditinggalkan, kemudian memilih untuk bekerjasama menjadikan touring ini sukses akan membekas dalam menjadi simbol, bagaimana cita-cita bangsa harus juga bisa diwujudkan dengan saling dukung bukan saling jegal,” kesan Brigjen Pol Drs H Budi Setiawan, MM, Karo Multimedia Div Humas Polri. Pesan dan kesan yang wajib kita resapi!

Memasuki Pesantren Kauman
Sintren yang mistis dan memukau khas Pekalongan
Brigjen Pol Drs H Budi Setiawan, MM, Karo Multimedia Div Humas Polri
Antihoax..Toleransi dan Pemilu damai..lets ride bro and sist!!

Tak lupa, semua tim support, Mabes Polri,  Adira Finance, Viar Motor Indonesia, Gondewa Event Organizer dan MMC Outsiders Indonesia, ridingread.com dan autosightz. Menghaturkan terima kasih juga kepada Kyai H.  Ahmad Ma’soem   yang akrab disapa Gus Zaim dan istri tercinta mbak Durroh Nafisah sebagai tuan rumah Lasem, pengasuh Ponpes Al Hidayat dan Kauman. Oh ya, perjalanan tur ini juga dalam rangka peringatan 100 tahun pesantren Al Hidayat Lasem.  Sayang keduanya sedang umrah hingga tak sempat berjumpa.

Moga terjadi lagi turing selanjutnya. Aamiin…

 

SHARE

Leave a Reply