Profil Bikers Bro Agus Dwiantoro SEORANG RIDERS ITEM BUITENZORG MOTOR GROUP By Tubagus Saeful Rizal, Foto By: Aditya Rifaldi

0
114

…..Dalam dunia two wheeler, ada dua tingkat yang diberi respect oleh para bikers. Strata pertama collector item dan yang lebih tingginya, rider item. Keduanya beda dong! Yang pertama seorang motor enthusiast dengan mengumpulkan motor langka dan punya nilai historis tinggi. Kedua, lebih lagi, cara menghargai motor langka dengan mengembalikan  kesejatian motor, dinaiki atau di riding, so..jadilah dia rider item……….(Ridingread.com)

The Forty Five,,Bike who wins the war!

Kata terakhir inilah yang dimiliki seorang Agus Dwiantoro, life member loyal dari respected club, Buitenzorg Motor Group. Nama Buitenzorg tentunya lekat dengan Bogor kota hujan. Yap, dia langsung  disambangi tim ridingread.com di rumahnya nan asri, minimalis  dan langsung ‘menyapa’ koleksi motor-motornya.

Harley-davidson scramblers!

 

Bebas dan sah untuk iri..ha ha , ada HD wl 45, 750 cc, 1951, BMW r60/2, 600 cc, 1967, BMW r50, 500 cc, 1955, Honda trail, enduro,  mt 250, 250 cc, 90s, 90cc, 1968, CB 125, 125 cc, tahun 1972, XLE 125 1977, Vespa PNB  1, 125 cc tahun 1961 dan  HD trail, 125 cc, tahun 1977. Keren..salut! Perawatan? “Ya namanya hobi pastilah harus intens perawatan. Maklum motor tua, banyak komponen wajib dapat perhatian ekstra, bebepa bisa diservice yang lain wajib diganti,” jelas Agus.

Penasaran, kami ajak Kang Agus ngobrol lebih jauh:

Ridingread.com: Memang beda ya riding motor klasik dan motor baru?

Agus: Feel-nya beda naik motor baru dan klasik. Motor klasik punya soul dan membuat kita lebih menghargai motor itu. Motor klasik tak pernah mati dan tidak juga membosankan. Mereka adalah awal dari sejarah otomotif yang  ada sampai sekarang.

Ridingread.com :Memang unik ya?

Agus: Ambil contoh HD Wl 45, soulnya beda sama HD baru! Butuh skill lebih, persneling ada di tangan, system tongkat, kopling di kaki seperti mobil tapi ini roda dua..

Ridingread.com: Wah..repot juga ya, gimana kalau di tanjakan-turunan dalam posisi macet?

Agus: Makanya butuh skill lebih khan?Belum lagi getarannya, ha..ha beda deh!

 

“Atau BMW.. motor asal negri Bavaria ini lebih maju dari motor produk negri lain di jamannya. Harley Davidson di jaman itu kurang nyaman. Sasis hardtail dan suspensi hanya andalkan spring di sadel. Tapi BMW..more advanced. Mereka sudah sangat nyaman dengan varian R50 atau R60, mereka tetap nyaman dipakai sampai sekarang. Jadi wajar jika suka turing jauh pakai motor-motor klasik. Saya dan beberapa brothers turing ke Ciletuh. Oh ya, journey itu diliput ridingread.com juga khan?Waktu ke Ciletuh. Selain itu menikmati aspal dan angina sejuk menuju Kasepuhan Cipta Gelar, Bandung, Jakarta sampai Jawa Tengah. Kita hindari towing dan nikmati perjalanan,” jelas Agus lagi.

Kisah dapatkan motornya  penuh romantisme. Beres kuliah dan kerja, ia memulai perjuangan dengan mengumpulkan motor klasik dimulai dari cc kecil dan terus ke yang besar. Katanya sih sempat memiliki Harley-davidson baru tapi ‘magnet’ HD lama lebih kuat. Mendapatkannya dari  all brothers atau dari komunitas. “Info bisa darimana-mana, Bandung-Surabaya ..darimana saja,” tutur Agus  yang sempat diberi penghargaan di IIMS sebagai The Most favourite European Motor Classic untuk BMW R50 miliknya.

Sebuah perjuangan yang tak ringan dan kecintaan pada motor yang sangat besar. For that..we salute you!

 

SHARE

Leave a Reply