Wed. Jan 16th, 2019

Popo Hartopo..legend dengan skill di atas rata-rata

ROMANTIKA BIKERS BANDUNG ERA JADUL MASA YANG KEREN DAN PENUH CERITA.. By Yankee

BAndung era kolonial..suasana yang keren
Lady scooterist

Almarhum mang Beben (Beni Sabur), dewan senior MMC Outsiders MC berbincang akrab dengan almarhum Kang Tegep Octaviansyah (eks El Presidente Bikers Brotherhood MC)
Bandung..gudangnya crosser andal!
Popo Hartopo..legend dengan skill di atas rata-rata

Gak ada salahnya bernostalgia. Maklum besar di Bandung, terasa sekali suasana bikers di jaman itu. Siapa yang nggak kenal almarhum Popo Hartopo? Bliau sangat legendaris dan meninggal karena kecelakaan mobil. Crosser hebat ini penuh kisah! Kabarnya tiap balapan baju motocrossnya jarang kotor. Yang lain masuk kubangan, om Popo malah ‘terbang’ melintasi dan masuk finish duluan. Skill di atas motornnya tak tertandingi hingga kini.

Bandung memang lahirnkan banyak legenda.  Di setiap club itu selalu ada tokoh panutan yang jadi Ikon dan posisinya sangat berpengaruh bagi eksistensi club itu sendiri. Nama-nama dari klub Davox, Tano, Andri , De Best ( Orang biasa memnaggilnya Kang Best. Sekarang Beliau LM Brotherhood ) . Ada juga para senior lain dari TEXUIT, yaitu Asep, Jaka ,Aan Laleur  juga Eddi Cross. Klub Schemer juga beken dengan Kang Iyang   yang  pecahan Davox. Juga Brazzer, yang dimotori Hary Sinom dan kawan-kawan.

Aktivitas club club sepeda itu dulu berkompetisi di arena balap Mini Cross yang track nya di buat oleh pantia penyelenggara di berbagai tempat. Komplek PDK & Komplek Wartawan di Buahbatu pun tak ketinggalan pernah menggelar lomba mini cross yg diikuti oleh berbagai club dan perorangan. “warga Bandung era itu pasti ingat bagaimana persaingan abadi jago minicross antara  Tano DAVOX & Eddi Cross TEXUIT. Keduanya jago dan cukup legend di eranya.

DAVOX & TEXUIT ada lah dua club yg secara tim sudah profesional baik itu kerjasama di lapangan maupun saat bekerjasama dgn sponsor. Sinar Bangka di bilangan Kosambi Bandung adalah toko sepeda yg mensupport jawara jawara mini cross itu. Peran crosser di club juga sudah terbagi saat pertandingan di gelar di track. De Best Davox sosok yang sangat faham bagaimana Tano harus memenangkan pertandingan, begitupula Jaka dan Asep di Texuit sudah ngerti bgm Eddi Cross harus finish pertama. Seru lah pokoknya apalagi kalau sudah melihat banyak piala di rumah crosser yang saya disebutkan di atas. Kabar terakhir yang saya dengar Kang De Best LM nya BROTHEROOD  sekarang mendidik putranya terjun didunia motor balap juga. Kalu Aan laleur dia jago nya Free Style BMX.

Lalu kalau Mang Engang Darmadi jago apa dong ? Aah sudah dari jaman kecilnya beliau mah tukang Camping dan ARGAWILIS jadi bukti masih eksis hingga saat ini. Beda dengan Kang Isfandiari Mahbub Djunaidi beliau mah tukang Breakdance. Tapi kalau Kang Avip Wahyudi mah ngeband bawain lagu lagu The Beatles, mama Band nya SILVER BEAT. Beda lagi dgn Mang Budi Dalton suaminya Bu Eva Maylora , sejak SD ngeband nya bawain lagu2 The Rolling Stones duduk di belakang Beduk Inggris alias Drum.

Ha..ha..ada tambahan juga, selalin vokalis dan gitaris Silver Beat, mang Avip juga break dancer lo..  barengan Isfan, Luki-Jejen, Kus-Kus,Alit dan lainnya. Mereka juga kerap turing pakai motor tapi nggak membentuk klub.”Di Kliningan zona itu tiingga Mang Isfan yang  bareng kawan-kawannya membentuk MMC Outsiders, tetangganga Erwin Bullhead yang lantas pindah ke Jl Diponegoro membentuk Bikers Brotherhood MC bareng mang Budi Dalton (jl. Reog) dan bikers-bikers lainnya. Di zona ini  juga banyak lahir-lahir klub tak hanya motor tapi juga kluub mobil dan hobbies lainnya,” kenang Yankee.

Sepenggal sejarah yang layak dikenang. Kita kumpulkan lagi kisah historik lainnhya. Hanya di ridingread.com.

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: