Kisah Balaraja BALE-RAJA Written By:Isfandiari MD

0
15

Keinginan menulis zona ini muncul saat kita sowan ke anak-anak motor Balalara khususnya klub Outsiders chapter Banten. Waktu itu kita singah di sebuah kampung berjuluk Talaga Sari. Sahibul hikayat, kampung ini dulunya telaga tempat raja Banten pelesir menghilangkan stress mengurus negerinya. Dari sinilah timbul istilah Bale alias  tempat persinggahan dan Raja yakni Raja Banten. Di sebuah versinya,  hal inilah yang jadi asal nama Balaraja sampai sekarang. Konon pemandian Telagasari  terletak di Gedung Kecamatan  Balaraja sekarang persis di belakang mesjid Al-Jihad. Soal siapa raja yang suka singgah itu, berbagai keterangan muncul. Dugaan paling kuat adalah   Raja Brawijaya dari Majapahit  dan Sultan Agung Mataram yang pernah menyerang Batavia.

Kisah lain juga menyerua dengan ditemukannya patung Balaraja, Ki Buyut Talim dan makam beberapa orang penting zona Banten. Makam-makam itu adalah Buyut Sanudin  (Kampung Leuweung Gede Desa Parahu Kecamatan Sukamulya), makam Nyi Mas Malati (Kampung Bunar, Desa Bunar Kecamatan Sukamulya) dan Uyut Ambiya. Makan terakhir ini pernah menghebohkan masyarakat karena menggembung seperti layaknya orang hamil. Beliau ini punya jasa besar bagi negeri kita karena pernah memimpin perang besar antara rakyat banten melawan kompeni Belanda. Sebagain orang percaya, Buyut Ambiya adalah orang yang sama dengan Eyang Talim.

Nama Balaraja juga bisa dikaitkan secara estimologi, kepanjangan dari bala tentara raja yang disingkat jadi balaraja, cocok juga dengan kisah bala tentara raja dari Banten yang melawan kompeni Belanda. Buktinya, banyak makam pejuang Banten di areal ini.

Nggak kalah unik, opini dari Cak Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) saat tausiah di Mesjid At-Taqwa Tanung Karang, Bandar lampung (1998). Lewat pendalamannya Cak Nun mengaitkan fenomena hamilnya makam Uyut Ambiya di desa Tobat yang hamil.  Fenomena makam hamil adalah pertanda, lokasi di desa tobat adalah pesan. Jika dihubungkan semuanya,  Balaraja berarti Bala atau bencana untuk Raja, sebuah pesan dan predisksi bahwa sang raja (Soeharto) akan tertimpa bencana (lengser). Untuk itu ia dan kroninya harus bertobat.

Itulah kisah unik sekitar Balaraja..walahu alam!

IKLAN

Bikers penggemar literasi, monggo nikmati dua buku ini. Tentang klub motor dan memoar tokoh. Wa ridingread.com /isfandiari 087881452626
sampai di Universitas Hamburg

 

 

SHARE

Leave a Reply