Fisioterapi Pembalap PENANGANAN MEDICAL HINDARI AKIBAT FATAL By Isfandiari MD

0
150

Pepen Purnama.Penanganan fisioterapi sangat penting!

Apa boleh buat, kita wajib share pada banyak kesalahan penanganan saat pembalap cidera. Pas kena bentur , keseleo-patah tim bergegas menangani. Ada yang langsung dipijat, diberi salep panas atau banyak  lagi. Ini cara penanganan umum dan konvensional.  Faktanya lelaku ini sangat berbahaya. Memijat zona cidera membuat kerusakan sel dan otot, ligamen  makin parah. Memanaskan lokasi trauma membuat peradangan meluas. Supaya gampang diingat dan dihindari diambil isitilah HARM, H untuk heating (pemanasan-dipanaskan),  A untuk Alcohol, Running (latihan terlalu dini) dan Massage atau dipijat. Perlakuan ini membuat cidera semakin parah.

Disini medis bicara. Idealnya penanganan cidera dilakukan dalam beberapa tahap. “Silakan simak metode berjuluk RICE. R pertama adalah Rest alias istirahat, mengistirahatkan  bagian cidera untuk meminimalkan cidera atau penambahan cidera. Huruf I dalam RICE adalah Ice (es). Pemakaian es. Saat cidera akan terjadi pembengkakan atau rusaknya pembuluh darah, jadi harus memakai es. C artinya Compression atau kompresi. Ini tindakan pembalutan bagian cidera dengan perban atau bandage. Ini menghindari penumpukan cairan akibat pembengkakan. Kompresi juga berguna sebagai penyangga. Terakhir E alias Elevation atau elevasi. Tujuannya fasilitator suplai darah melalui pembuluh darah balik (vena)  dari cidera lengan atau tungkai kearah jantung. Pembengkakan terjadi karena tidak lancarnya pembuluh darak balik tersebut,” terang Ninu Kusumawati fisioterapis RS Subang saat ditemui di tempat praktiknya.

“Untuk itulah kita wajib paham anatomi tubuh dan cara organ bekerja dari sisi fisiologi,” jelas Ninu lagi. Saat share info, ia sedang melakukan terapi fisiologis kepada pembalap Golden Racing Team dan Astra Honda Racing Team.”Ini sudah jadi keharusan. Sudah saatnya kita melakukan hal ini. Pembalap harus ditangani secara medis setiap cidera ataupun pemulihan kondisi fisiknya. Fisioterapis adalah tindakan yang paling tepat,” tambah Pepen Purnama bos Golden Racing Team (GRT) dan jaringan Honda di Bawah PT Daya Adira Mustika,  AHASS 7228 Subang. Timnya sudah mewajibkan pembalapanya melakukan fisiotherapi rutin.”Semua pembalap kami, M. Febriansyah ,  Yaasin Somma, Reza Ramdhan  Adi, Reza Hanum,  Wahyu Sanjaya ,  Roni Kurniawan , Yogha Dio, Hadi Faisal Astra (Astra Honda Racing Team) juga Andi Fariz Gilang,” jelasnya.

Bagi mereka, menjaga stamina, penanganan cidera dan pemulihan memang harus didasari ilmu anatomi yang serius. “Ini demi keamanan dan masa depan mereka juga. Banyak pembalap salah penanganan saat cidera. Memang kelihatannya sembuh, tapi jika tidak ditangai professional, ia akan kembali cidera lagi. Malah saat dia pensiun, di masa tua nanti fisiknya akan drop karena cidera puluhan tahun lalu. Ini yang harus kami hindari,” serius tim Golden Racing.

Di klinik fisioterapi  treatmennya jelas. Para pembalap  langsung ditangani ahli dengan alat ultrasound juga Transcutaneus Electrical nerve stimulation (TENS).” Tujuannya mengurangi ketegangan otot, mengurangi rasa nyeri, memacu proses penyembuhan collagen jaringan,” jelas Ninuk. Alat ini mengandalkan getaran suara. Untuk tulang, penentrasi 7 mm di frekwensi 1 MHz, kulit 36 mm pada 1Mhz, dp 3 MHz 12 mm, tendon 21 mm di 1 MHz,pd 3 MHz 7 mm dan seterusnya.  TENS juga diperlukan untuk  memelihara fisiologi otot re-edukasi fungsi otot. “Tindakan ini juga berguna untuk melancarkan peredaran darah,” jelas fisioterapis yang hobi adventur ini.

Tuh ..betapa pentingnya!

IKLAN

Bikers penggemar literasi, monggo nikmati dua buku ini. Tentang klub motor dan memoar tokoh. Wa ridingread.com /isfandiari 087881452626
SHARE

Leave a Reply