SEKILAS IKHWAL CHOPPERS By Isfandiari MD

0
167

Kini bikers yang nge-cho  (motong) sasis dan berubah jadi choppers pasti karena punya duit ekstra. Bosen tampilan standar, riding ke builder dan modifikasi. Budget bisa no limit berlipat-lipat dari harga motor standar. Apalagi pakai part-part hand made atau bold on kualitas prima, rogoh kocek makin dalam tapi no problem, namanya juga hobi. Kadang malah kebablasan, modifikasi chopper malah lebih berat dari standa pabrikan, makin tidak lincah dan nggak enak dipakai daily riding,

He..he..ini bertentangan dengan filosofi awal lahirnya lho! Di akhir perang dunia ke 2, motor-motor utamanya Harley-Davidson atau Indian   dianggap terlalu gendut dan berat. Isitilahnya HOG alias babi hutan tambun, atau malah disebut sinis sebagai garbage wagon alias gerobak sampah. Bikers jalanan nggak puas dengan penampilan itu. Mantan tentara AS yang punya dasar mekanik akhirnya berkreasi membuat motor lebih ringan, lebih lincah dan efisien.  Mulanya fender depan dibuang , fender belakang di potong (isitilahnya di-Bob) hingga lahir isitilah bobber untuk motor-motor era 50-an itu. Makin gila, sasis juga direvisi lebih simpel, dibuat baru dengan hardtail, rake dan stretch juga dibuat ulang.

Trend ini makin booming terutama setelah lahir film legendaris  Easy Riders (1969) dua outwas yang pakai choppers. Di saat bersamaan bermunculan gangster jalanan pakai motor yang kebanyakan juga mantan tentara seperti Hell’s Angels. Hal ini jadi ‘virus’ dan bikin peradaban baru di kalangan motoris jalanan. Khusus kaum outlawas (1 %-ters), choppers jadi bagian hidup mereka. Para bikers ini berburu mesin-mesin HD di rongsokan, mencari part dan memodifikasi sendiri di cvlub house mereka. Artinya, kaum choppers awalnya justru dari golongan yang nggak mampu beli motor baru pabrikan. Sipnya, olah karsa mereka malah mendunia, lama-mala choppers jadi gaya hiodup sendiri mala pabrikan Harley-Davidson terinspirasi membuat motor baru mereka berdasarkan bentukan gangster jalanan. Di sisi lain kaum RUBS  (Rick Urban Bikers) menjadikan choppers jadi penanda status kelas atas. Mereka ramai-ramai men-chop motor standar pabrikan jadi chopper dibantu builder malah tentu dengan biaya selangit. Artinya, choppers menjadi simbol status para jetset.

Dari sinilah lahir dua kubu, antara real bikers dan RUBS. Antara poser dan die harder. Soal ini ntar kita share lebih jauh ya.

IKLAN

Be there bro…

SHARE

Leave a Reply