SATU DARAH MC

0
220

Satu darah Motorcycle Club (Belanda) PATA SIWA HITAM

 

Informasi ikhwal geng ini memang rada misterius. Nggak kayak the big four, Hell’s Angels, Outlaws, Bandidos atau Pagans yang banyak ditulis pengamat bikers.

Yang bikin unik, Satudarah M.C, punya kaitan erat sama Maluku, salah satu suku Indonesia.

Makin unik, beberapa bro dari Bikers Brotherhood Bandung, pakai emblem bertulis Satu Darah di salah satu sisi jaketnya. Comot Enggar ‘Eeng’ Santosa (Senior BB), Alm. Denny Dean (Senior BB), Gani ‘Triumph Speedway’ (Senior BB) atau Bobby Arstand (Tokoh Bikers). Malahan, Rudy Joseph Soegono,  tokoh bikers manual shovelhead dan sosiolog bikers asal Jakarta juga punya. Walau tentunya bukan berbentuk colors karena mereka bukan anggota resmi.

Rudy yang pede ngebangun situs internet bertabel www.Cyberchoppers.com malah pernah dikirimi surat sama salah satu anggota Satudarah. “Mereka masuk ke situs gue dan kagum sama dinamika bikers di Indonesia,” girang blaster Belanda-Ambon ini.

Latar belakang berdirinya M.C ini juga menarik. Anggotanya rata-rata generasi kedua Ambon manise yang nyasar di Belanda. Orang tua mereka banyak dari RMS (Republik Maluku Selatan) yang punya afiliasi kuat sama penjajah Belanda saat itu. “Mereka dijanjikan diurus oleh pemerintah Belanda asal mau pindah ke negeri mereka,” jelas Rudy. Eeh… di sana malah dicuekin. Makanya generasi kedua ini jadi radikal dan bikin komunitas kecil di Belanda. Mereka juga punya kedekatan emosional kuat sama kampung halamannya, Maluku.

 

Harley-Davidson bagi mereka jadi identitas klub sekaligus instrumen penting buat kumpulan yang menganggap semua anggotanya keluarga ini. Imej negatif yang bikin keder warga Belanda lain tak bisa mereka elakkan.

Sipnya, mereka nggak punya pendirian rasis. Colors di punggung mereka menggambarkan itu. Tergambar dua wajah hitam-putih (tanda multirasial) bermahkota sembilan lembaran mirip mahkota Indian Amerika. Angka sembilan ini ngelambangin bikers pendiri klub yang dalam situs mereka nggak disebutin nama-namanya. Diantara dua wajah tadi mengalir darah segar, sebagai tanda persaudaraan para brothernya.

Klub ini punya 4 chapter berpusat di Rotterdam dan tiga chapter lainnya ngikutin arah mata angin. Ada East, West dan South. Kabarnya, mereka rajin bikin merchandise khas yang selalu menorehkan kata-kata Maluku Bersatu baik di T-Shirt ataupun emblem-emblem yang dijual bebas. Gosipnya, dananya dialokasikan bagi terciptanya Maluku bersatu mirip cita-cita nyokap-bokapnya yang mendambakan RMS.

Oh ya… dana klub terbesar datang dari bisnis jasa. “Seperti layaknya geng outlaws lain, para brothers ini bekerja  profesional sebagai bodiguard di night club, tempat prostitusi sampai jasa ngamanin konser musik di Belanda,” jelas Soegono.

Filosofi antirasial ini bikin klub ini berkembang pesat. Nggak cuma Ambon totok en blaster yang gabung. Orang Belanda asli juga banyak yang bersimpati dan ikutan jadi prospect sampai anggota resmi. Ironisnya, nama Satudarah sendiri diberikan oleh orang Belanda asli yang juga salah satu pendiri kelompok ini.

Tak cuma itu, strategi independen juga membuat klub ini tumbuh subur. Mereka emoh kerja bareng sama kelompok outlaws lainnya.  Selain karena rata-rata rasis dan sangat aria-power (mengagungkan ras bule), pilihan independen ini buat menghindari konflik dengan geng-geng besar tadi.

Oh ya… judul Pata Siwa Hitam terkait erat sama semangat klub ini. Nama tadi adalah mitologi yang lahir di pulau Seram, Maluku. Sahibul Hikayat, ada seorang pemuda gagah berani bernama Pata Siwa Hitam. Legendanya, dia ini sakti mandraguna dan berjaya di pulau Seram. Kedigjayaannya jadi simbol machoisme bro di Satudarah M.C. Tentu beriringan juga dengan jargon khas bikers radikal macam F.T.W  alias ‘F’ The World, Forever Two Wheels!

Peace all brothers Satudarah!

 

By:Isfandiari MD
Foto : http://www.onepercenterbikers.com/satudarah-mc-motorcycle-club/

 

SHARE

Leave a Reply